6 Strategi Raup Cuan Bisnis Marketplace

Di era yang serba digital ini, marketplace jadi salah satu wadah utama masyarakat dalam berbelanja maupun berjualan. Kehadirannya mempermudah transaksi, memperluas pasar, sekaligus membuka peluang bisnis baru. Marketplace seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, dsb telah menjadi pilihan populer bagi masyarakat Indonesia. 

Namun, itu hanya sebagian kecil dari jenis marketplace loh. Tidak semua marketplace sama, dan ada berbagai jenis marketplace dengan karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Buat kamu yang ingin menggeluti bisnis online, hal ini menjadi penting agar kamu bisa menentukan marketplace yang paling cocok untuk bisnismu.

1. Marketplace Horizontal

Jenis marketplace ini menawarkan beragam kategori produk sekaligus. Mulai dari fashion, elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga makanan. Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada termasuk ke dalam kategori ini. Keunggulannya, ia memiliki pilihan produk super lengkap sehingga kamu bisa menjaring lebih banyak konsumen. 

Namun, persaingan di marketplace ini juga sangat ketat, sehingga kamu sebagai pelaku bisnis harus pintar mengatur strategi promosi dan harga.

2. Marketplace Vertikal

Berbeda dengan horizontal, marketplace vertikal cuma fokus pada satu kategori produk tertentu. Seperti Zalora yang fokus pada fashion atau Sociolla yang bergerak di bidang kecantikan.

 Karena hal tersebut, marketplace ini memiliki keunggulan pengalaman belanja yang lebih personal dan spesifik. Namun, pasar vertikal cenderung lebih sempit sehingga potensi pertumbuhannya terbatas.

3. Marketplace Global

Jika kamu ingin menjangkau pasar internasional, marketplace global seperti Amazon, eBay, dan Alibaba bisa jadi pilihan terbaikmu. Potensi penjualan ini sangat besar karena bisa menjangkau konsumen lintas negara. Akan tetapi, tantangan seperti regulasi ekspor-impor, biaya logistik tinggi, hingga persaingan yang lebih ketat harus kamu pertimbangkan.

4. Marketplace C2C (Customer to Customer)

Marketplace ini menghubungkan langsung antara individu, biasanya digunakan untuk jual beli barang bekas. OLX dan Facebook Marketplace adalah contoh populer di Indonesia.

 Kelebihannya, transaksi ini jadi lebih fleksibel karena harganya bisa dinegosiasikan. Tapi, marketplace ini rawan penipuan dan kualitas barang yang tidak selalu terjamin

5. Marketplace B2B (Business to Business)

Berbeda dengan C2C, marketplace B2B diperuntukkan untuk kebutuhan antar-perusahaan. Indotrading dan Alibaba menjadi contohnya. Jenis marketplace ini cocok untuk transaksi dalam jumlah besar dan harga grosir yang kompetitif. Walau begitu, proses transaksi biasanya lebih kompleks dan membutuhkan negosiasi panjang.

6. Marketplace Niche

Marketplace niche adalah platform yang sangat spesifik dan menyasar komunitas tertentu. Misalnya, Etsy yang fokus pada produk handmade atau Bukalapak Mitra yang ditujukan bagi pemilik warung. 

Keunggulannya adalah audiens yang lebih tersegmentasi sehingga loyalitas pelanggan bisa terbentuk lebih kuat. Tapi, jumlah penggunanya biasanya lebih sedikit sehingga butuh waktu untuk berkembang.

Setiap jenis marketplace memiliki plus minusnya masing-masing. Marketplace horizontal cocok buat pemula karena traffic besar, sedangkan marketplace vertikal dan niche lebih pas untuk membangun brand dengan target pasar spesifik. Sedangkan marketplace global, membuka peluang luas bagi mereka yang siap bersaing di pasar internasional. 

So, setelah memahami jenis-jenis marketplace ini, semakin tertarik bergelut di dunia bisnis marketplace? Tenang aja, kami Gado Indonesia siap membantumu!

 

Senin, 8 September 2025 07:18 WIB

62 Pengunjung

Bagikan :

Top Insight

Marketplace Nggak Lagi Sa...
Cara Bisnis Naik Level Le...
Marketplace Bikin Cuan at...
Rahasia di Balik Event Su...
Cuma Modal HP, Begini Car...