Marketplace Dulu vs Sekarang, Dari Pasar Tradisional ke Pasar Digital

Jika kita melihat ke belakang, marketplace sebenarnya bukan hal baru. Sejak zaman dahulu, masyarakat sudah terbiasa bertransaksi di pasar tradisional atau pusat perbelanjaan sebagai sarana jual beli. 

Di sana, penjual memajang dagangannya, sementara pembeli datang untuk memilih barang, menawar harga, lalu membawa pulang produk secara langsung. Ada interaksi sosial yang hangat, bahkan seringkali hubungan penjual dan pembeli terjalin dekat karena pertemuan dilakukan secara tatap muka.

Namun, perkembangan teknologi mengubah wajah marketplace secara drastis. Kini, marketplace hadir dalam bentuk pasar digital yang bisa diakses lewat gawai. Konsumen tak lagi harus keluar rumah untuk berbelanja. 

Cukup membuka aplikasi, mengetik kata kunci produk, membandingkan harga, membaca review, lalu dalam hitungan jam atau hari barang sudah sampai di depan pintu. Interaksi yang dulu mengandalkan tatap muka kini bergeser menjadi klik, chat singkat, dan rating bintang lima.

Perbedaan paling mencolok juga terlihat dari sisi aksesibilitas. Marketplace offline terbatas oleh lokasi dan waktu—pasar hanya bisa dikunjungi saat buka, dan pembeli harus datang langsung. Sementara itu, marketplace online bisa diakses kapan saja dan dari mana saja, selama ada koneksi internet. 

Hal ini membuat perilaku belanja masyarakat bergeser dari yang tadinya terikat waktu menjadi serba instan dan fleksibel.

Dari sisi pilihan produk, pasar tradisional hanya menawarkan barang dari pedagang yang ada di lokasi tersebut. Konsumen harus berpindah toko satu per satu untuk membandingkan harga.

 Sedangkan di marketplace online, ribuan penjual berkumpul dalam satu platform, sehingga pilihan jauh lebih banyak dan perbandingan bisa dilakukan hanya dengan sekali scroll.

Tak kalah penting, perubahan juga terjadi pada sistem pembayaran. Jika dulu masyarakat bergantung penuh pada uang tunai, kini transaksi di marketplace online sudah jauh lebih variatif. 

Seperti transfer bank, dompet digital, kartu kredit, hingga cicilan paylater. Semua ini semakin memudahkan konsumen dan memperkuat tren belanja digital.

Meski begitu, perbedaan mendasar tetap ada pada kepercayaan konsumen. Di marketplace offline, pembeli bisa langsung memegang barang, memeriksa kualitas, bahkan mencoba produk sebelum memutuskan. 

Rabu, 1 Oktober 2025 03:57 WIB

63 Pengunjung

Bagikan :

Top Insight

Marketplace Nggak Lagi Sa...
Cara Bisnis Naik Level Le...
Marketplace Bikin Cuan at...
Rahasia di Balik Event Su...
Cuma Modal HP, Begini Car...