Strategi Pricing: Cara Pasang Harga Bersaing di Marketplace Tanpa Rugi

Pernah nggak, kamu merasa sudah jualan dengan harga yang tepat, tapi tetap saja dibilang mahal oleh calon pembeli? Atau malah sebaliknya?  kamu banting harga supaya laku, tapi ujung-ujungnya malah rugi?

Itu tandanya kamu belum punya strategi pricing yang tepat. Menentukan harga di marketplace bukan sekadar asal pasang angka. Harga bukan cuma penentu laba, tapi juga pesan yang kamu kirim ke calon pembeli tentang seberapa bernilai produkmu.

Semua berawal dari mengetahui biaya dasar. Banyak seller yang hanya menghitung harga modal barang, tanpa memperhitungkan ongkir ke gudang, kemasan, atau biaya admin marketplace. Padahal, semua itu harus masuk dalam perhitungan harga pokok, supaya kamu tahu batas bawah harga yang aman tanpa rugi.

Setelah tahu batas minimal, barulah kamu bisa melangkah ke tahap berikutnya, yakni melihat harga pasar. Coba intip kompetitormu. Berapa harga mereka pasang, bagaimana kualitas produknya, dan apa keunggulan yang mereka tonjolkan. Dari situ, kamu bisa menilai apakah produkmu bisa diposisikan lebih tinggi (karena punya kelebihan), atau perlu sedikit penyesuaian agar tetap kompetitif.

Tapi ingat, harga bukan cuma soal angka, melainkan juga soal persepsi.
Pernah lihat produk dengan harga Rp99.000 terasa lebih menarik daripada Rp100.000?
Itu contoh kecil dari psychological pricing, strategi sederhana tapi ampuh untuk menarik perhatian pembeli.


Kamu juga bisa coba dengan strategi bundling. Menjual paket dua atau tiga produk dengan harga sedikit lebih hemat, yang membuat pembeli merasa mendapatkan lebih banyak dengan harga lebih sedikit.

Selain itu, harga yang baik juga harus fleksibel. Jangan takut menyesuaikan harga sesuai musim dan permintaan. Naikkan sedikit saat ramai-ramainya penjualan seperti menjelang lebaran, dan turunkan sedikit ketika traffic menurun agar tetap ada perputaran penjualan.
Inilah yang disebut dynamic pricing — strategi cerdas yang juga dipakai brand besar agar tetap stabil di tengah fluktuasi pasar.

Namun, kalau kamu ingin lebih berkelanjutan, jangan hanya fokus pada murahnya harga.
Mulailah menerapkan value-based pricing  yaitu menentukan harga berdasarkan nilai yang kamu tawarkan. Misalnya, produkmu punya bahan yang lebih bagus, garansi yang lebih panjang, atau layanan pelanggan yang lebih ramah — itu bisa menjadi alasan logis kenapa harganya sedikit lebih tinggi dari kompetitor.

Karena pada akhirnya, pembeli tidak selalu mencari yang paling murah.
Mereka mencari yang paling bernilai. Jadi, jangan buru-buru ikut perang harga.
Harga bukan sekadar angka di etalase toko  tapi bagian dari strategi yang mencerminkan seberapa dalam kamu memahami bisnismu sendiri. Dengan strategi pricing yang matang, kamu bisa bersaing di marketplace dengan cerdas, elegan, dan tetap untung.

 

Kamis, 9 Oktober 2025 07:45 WIB

56 Pengunjung

Bagikan :

Top Insight

Marketplace Nggak Lagi Sa...
Cara Bisnis Naik Level Le...
Marketplace Bikin Cuan at...
Rahasia di Balik Event Su...
Cuma Modal HP, Begini Car...